Sunday, 15 January 2012

Perhiasan Terbaik Bagi Setiap Insan







Perhiasan terbaik bagi seseorang adalah agama yang kuat dan akhlak yang mulia. Sesungguhnya kebaikan akhlak merupakan sifat yang mulia dan tinggi. Barangsiapa yang menghiasi dirinya dengannya, niscaya sifatnya akan terhias indah dan hatinya akan jernih. Akhlak yang baik mencabut kedengkian dan memikat hati. Akhlak yang baik merupakan kehidupan kedua dan kehormatan abadi bagi setiap muslim. Akhlak yang baik merupakan sifat yang tinggi. Segala makna yang dikandung oleh sifat ini mensucikan seorang muslim dari kotoran-kotoran lisan dan kalbu. Kemudian, dengan semua itu dia menaiki martabat ihsan kepada penciptaNya dan sesama manusia.




Dengan akhlak mulia, seorang muslim akan meraih kesempurnaan dalam imannya.


Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” 
(HR. At-Tirmidzi no. 1082. Dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Al-Jami’ no. 1232)


Allah SWT memuliakan dan meninggikan kedudukan akhlak yang mulia. Dan dia memberikan kepada pemiliknya pahala yang besar dan melimpah. Dimana dia menjadikan pahalanya sebagai pahala terberat di atas Mizan (timbangan Akhirat). 


Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda dalam hadits oleh Abu Darda Radhyiallahu’anhu :
Tidak ada yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin melainkan akhlak yang baik. Sesungguhnya Allah Ta’ala membenci kekejian dan keburukan.” 
(HR. At-Tirmidzi no. 2002 dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahihul Jami’ no. 5632).


Selain itu seseorang yang berakhlak baik akan dikurniai tiga istana dalam tiga tingkat yang berbeza dalam surga. Abu Umamah Al-Bahili Radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda :“


"Aku pemimpin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan adu debat meskipun ia benar.Aku pemimpin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun senda gurau. Dan aku pemimpin pada sebuah rumah di ketinggian surga bagi orang yang baik akhlaknya.” 
(HR. Abu Dawud no.4800 dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahihul Jami’ no. 1464)).


Tidak syak lagi jika orang yang berakhlak baik tidak suka terhadap perdebatan dan tidak pula terbiasa untuk berdusta. Karena itu Rabb-nya tidak akan menghalanginya untuk mendapatkan istana di surga.


Akhlak yang baik ialah merangkumi kesabaran dalam menghadapi gangguan orang lain, senantiasa sangka baik dan memuliakan orang lain serta masih banyak bentuk akhlaqul karimah yang lainnya. Karana itu marilah kita hiasi keperibadian dan pergaulan kita bersama manusia dengan kemuliaan akhlak. Sesungguhnya kelembutan itu akan melekat jika dibiasakan dan kesabaran itu akan menguat jika ditanamkan secara terus-menerus. Barangsiapa yang terbiasa bergaul dengan sesama manusia dengan akhlak yang mulia maka Allah SWT akan meninggikan dan mengangkat darajat orang tersebut seperti darajat orang yang berpuasa dan menghidupkan solat di setiap malamnya. 


Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda 


Tidak ada satu apapun yang diletakkan di atas mizan yang lebih berat daripada akhlak yang baik. Sesungguhnya pemilik akhlak yang baik benar-benar akan mencapai darajat orang yang berpuasa lagi mendirikan solat.”
(HR. At-Tirmidzi no. 2003 dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahihul Jami’ no. 5726).


 Aisyah Radhiyallahu’anha meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : ”Sesungguhnya seseorang yang memiliki akhlak yang baik benar-benar akan mencapai darajat orang yang solat malam dan berpuasa pada siang harinya.” .
(HR. Imam Ahmad Al-Fathur Rabbani (XIX/76) dan Al Hakim (I/60), dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahihul Jami’ no. 1620).


"Ya Allah… berilah kami petunjuk untuk berhias dengan akhlak mulia dalam kehidupan ini, karena tiada yang dapat menunjukinya melainkan Engkau. Dan palingkanlah kami dari segala perangai tercela, karena tiada yang dapat memalingkannya melainkan Engkau. Ya Allah… dengarlah permohonan kami, karena tiada yang dapat mengabulkannya melainkan Engkau…"


Wallahu A’lam... 



http://www.facebook.com/jagaimanjagashalatjagaakhlak

No comments:

Post a Comment