Saturday, 14 April 2012

SOLAT JEMAAH SATU TUNTUTAN



‎Solat berjema'ah dimasjid sangat dituntut oleh kaum lelaki muslim pada setiap solat maktubah(solat fardhu/5 waktu). Nabi SAW bersabda,
"Solat berjama’ah (di masjid) lebih utama 27 derajat dibanding solat sendirian.” (HR. Bukhari no. 609)


Perhatikan kesaksian ‘Aisyah radhiallahu ‘anha tentang Baginda SAW, "Adalah Nabi sallallaahu ‘alaihi wa sallam biasa membantu pekerjaan istrinya, dan jika Baginda mendengar azan, Baginda segera keluar (untuk pergi menuju masjid)"(HR. Bukhari no.4944)


Demikian sebahagian dalil menunjukkan Nabi SAW solat fardhu secara berjema'ah di masjid lantas menjadi sunnah yang sangat dituntut. Namun didalam keutamaan solat berjema'ah di masjid, terdapat juga didalamnya keutamaan berada di saf pertama didalam jema'ah solat itu. 


Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Nabi sallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, "Seandainya manusia mengetahui apa yang ada (iaitu keutamaan) di dalam seruan (azan) dan saf pertama, lalu mereka tidak boleh mendapatkan saf tersebut kecuali dengan undian, sungguhnya mereka akan melakukan undian untuk mendapatkannya." (HR. Bukhari no.580)








dari Al Barra’ bin ‘Adzib bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada orang-orang di saf awal, dan muazzin itu akan diampuni dosanya sepanjang sejauh suaranya (didengari), dan dia akan dibenarkan oleh segala sesuatu yang mendengarkannya, baik benda basah maupun benda kering, dan dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang solat bersamanya” [HR. Ahmad dan An Nasa’i dengan sanad yang jayyid(baik)]


"Syaikh Muhammad Soleh Al-Munajjid mendefinisikan apa yang dimaksud dengan saf awal, ketika beliau ditanya hal itu, "Yang dimaksud dengan saf awal ialah saf yang berada pertama di belakang imam, sama saja apakah itu untuk masjid besar maupun kecil. Pendapat lain mengatakan : satu saf penuh yang berada di belakang imam. Pendapat lain : siapa saja yang lebih dulu berada di masjid meskipun ia di akhir saf.


An-Nawawi rahimahullah berkata : "Pendapat pertamalah yang sahih dan yang kami pilih, dan dua pendapat terakhir telah jelas tidak tepat""(Fathul Bari 2/244)









No comments:

Post a Comment